Teruntuk kamu, dan masa lalu.

Masa lalu yang secara kebetulan seperti kuli bangunan, pintar membangun dinding tebal antara kamu dan aku.

Sudah dia tata rapi kata-kata manis untuk kamu, sayangnya dia hanya punya dua rasa untuk aku. Pahit dan pedas.

Pahit. Pedas. 

.

Bahkan dalam seratus enam puluh delapan jam seminggu.

Aku tidak punya waktu untuk cemburu.

.

Cemburu itu peluru yang ditembakkan ragu.

Tertanda,

Yang (sebenarnya tidak mau) tahu.