Filosofi Koper
Konsep packing bisa ditilik secara filosofis, memilih barang mana saja yang akan menemani dalam sebuah perjalanan, itu tidaklah mudah. Kita tidak ingin sesuatu yang kita pilih dalam koper ini tidak berguna dibawa di perjalanan atau bahkan sia sia dipertahankan sesampainya di tujuan.
Packing itu belajar memilih, mana mana saja yang kita bawa dan pertahankan, seperti halnya memilih siapa yang akan kita masukkan ke hati.
Hidup adalah perjalanan, hati adalah koper. Bawa secukupnya di dalamnya. Tinggalkan yang memberatkanmu, singkirkan yang merepotkanmu.
Dalam membawa koper, hendaklah berhati hati, akan selalu ada seseorang atau sesuatu yang berusaha mencuri atau merusaknya di perjalanan.
Tatkala bertemu teman seperjalanan, hati hati jika menitipkan koper. Isinya bisa saja tertukar, terbawa baik secara sengaja atau tidak, dan lalu, kau hanya membawa koper tanpa isi.
Semoga nanti di jalan, kau bertemu dengan seseorang yang searah dan setujuan, atau bahkan mungkin saja kalian menuju tempat baru atau menciptakan tujuan baru.
Tapi dimanapun itu, kau dan dia selalu ingin bersandingan menempuh jarak yang sama, bersama. Dan masing-masing koper yang kalian bawa akan selalu kalian jaga, berdua.
(Source: sadgenic)
